Minggu, 07 Juli 2013

Mucikari Junior




TEMPO.CO, Surabaya - Mucikari NA, siswi kelas IX sekolah menengah pertama, ternyata menggunakan sistem getok tular dalam menjalankan bisnis prostitusinya. Yang dimaksud getok tular, remaja 15 tahun ini mengiming-imingi teman sepermainannya dengan BlackBerry dan sejumlah uang. "NA memameri BlackBerry dan uang banyak kepada korban, asalkan mau menjadi anak buahnya," kata Kepala Sub-Unit Vice Control Kejahatan Umum Kepolisian Resor Kota Surabaya, Inspektur Satu Teguh Setiawan, Selasa, 11 Juni 2013.


NA mengaku telah merekrut 10 anak buah. Rata-rata anak buah NA berusia di bawah 17 tahun. Hanya satu orang berusia 19 tahun, yang notabene kakak kandungnya sendiri. "Mereka berasal dari beberapa wilayah di Surabaya," kata Teguh.

Refleksi!
Mengapa terjadi? Bingung untuk ungkapkan dari mana pangkal muasalnya kok seorang remaja berumur 15 tahun sudah profesional melakukan bisnis prostitusi.  Tidak perlu saling menyalahkan, tapi belajar dari kenyataan yang ada mari kita simak dan cermati jangan sampai itu terus terulang, apalagi terjadi dengan orang terdekat kita. 

Runtuhnya nilai moral …
Apa itu moral? Apakah anda dan saya memiliki moral? Seseorang dikatakan bermoral jika hati nuraninya masih bersuara, mengatakan benar jika benar dan mengatakan salah jika salah. Tapi tidak berhenti disitu, orang bermoral juga melakukan yang benar. 

Apa yang terjadi dengan NA adalah tanda dari runtuhnya moral. Bukan sekedar moral dirinya tapi keluarga dan lingkungannya. Bukankah itu juga terjadi dengan kakak kandung dan teman temannya. Mereka terpikat dengan tawaran aduhai NA, baik karena hape dan uang.

Mengapa Nilai Moral Seseorang Runtuh?
Runtuhnya nilai moral seseorang disebabkan tidak adanya lagi pengendali hati. Hati sudah dingin membeku karenanya sulit untuk melakukan yang benar. Walaupun tahu tapi pura pura tidak tahu, mendengar tapi belaga tuli, melihat tapi buta. 

Sebuah stasiun tv china menyiarkan tentang tragedy kemanusiaan yang menimpa seorang anak perempuan kecil yang baru berusia 2 tahun. Ia ditabrak oleh mobil hingga dua kali. Pengendara mobil sudah tahu menabrak bukannya berhenti malah terus menggilas. Yang lebih mengerikan lagi adalah 18 orang yang berlalu lalang seolah tidak melihat anak yang lagi meregang nyawa tersebut. 

Bukankah ini berarti hati masyarakat di sekitar tersebut memang sudah membeku dan mati. Anjing saja ketika anaknya sakit berupaya untuk menjaga dan memberikan yang terbaik. Bukankah seharusnya manusia lebih mulialah daripada binatang ? 

Berita yang tidak kalah mengejutkan adalah kejadian di India, seorang perempuan diperkosa ramai ramai dan kemudian disiksa sedemikian rupa sehingga tewas mengenaskan. 

Baru baru ini ketika saya mewawancarai anak setingkat SMU/SMK yang hendak bekerja, saya bertanya apakah indikasi kecurangan UAN (Ujian akhir Nasional) masih berlangsung? Tidak sungkan mereka mengatakan para guru yang bertugas mengawas justru menyuruh siswa untuk melakukan kecurangan. Ini sudah jadi rahasia umum walau tetap tidak efektif ,  UAN tetap saja dilakukan.

Standar Moral Universal
Orang bermoral pastilah orang baik. Tapi Apakah Anda dan saya orang baik? Apa yang kita lakukan sehingga dikatakan orang baik. Sulit untuk menerjemahkan karena begitu banyak definisi dan ukuran. Tapi ada standar moral universal yang dikenal sebagai karakter alam semesta, yakni Sejati Baik Sabar.

Orang baik adalah orang yang sejati. Apakah sejati itu? Sejati itu adalah berbuat benar, berkata benar, apa adanya dan jujur. Mudahkah kita menjadi orang yang sejati saat ini? Sepertinya sulit, karena seringkali tanpa sadar kita menginginkan miliki orang lain, keberhasilan, kecantikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan, keterampilan dan lain lain. Ini berarti  menggunakan baju orang lain pada diri kita, kita menipu diri sendiri. Rumput tetangga memang selalu lebih hijau bukan, tapi sebetulnya itu dikarenakan hati kita yang bengkok. Orang sejati adalah orang yang menjaga hatinya tetap lurus.

Orang baik adalah orang yang memiliki karakter baik. Artinya memikirkan orang lain terlebih dahulu dari dirinya sendiri. Ketika akan berkata ia memikirkan apakah kata-katanya akan melukai orang lain. Ketika akan bertindak,  ia melihat dampak dan manfaatnya lebih dulu, apakah lebih besar manfaat atau mudarat? Seseorang yang semakin egois dan menang sendiri serta cenderung menyalahkan, berarti semakin jauh dari karakter baik.

Orang baik adalah orang yang sabar. Sabar berarti mampu menanggung penderitaan. Ketika mengalami penderitaan tidak mudah mengeluh dan berputus asa. Ketika dicaci tidak langsung membalas. Ketika dipukul pun diam. Orang yang memiliki kualitas kesabaran inilah yang mampu membuat perubahan. Orang sabar adalah orang kuat sesungguhnya. 

Selaras dengan karakter alam semesta ; Sejati, Baik Sabar inilah yang akan mengembalikan moral seseorang yang akan membuat hati seseorang kembali hidup dan damai. Dengan adanya individu individu ini semakin banyak maka lingkungan sekitar pun menjadi baik. Kehidupan umum pun akan pulih menjadi lebih baik lagi.

Prinsip sederhana ini diajarkan oleh Mr. Li Hongzhi, pendiri Falun Dafa,yang dituangkan dalam buku Zhuan Falun.  Jika anda berkenan silahkan anda download free di www.falundafa.or.id
Salam hangat … candratua

Ikuti pelatihan  Train The Trainer “Dandellion Teaching”  Hotel Ibis Kemayoran 11-13 September 2013
Informasi : 021 2938 2838 atau 021 707 54 779 (www.karaktermoral.blogspot.com    www.enlightenpersada.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar