Sabtu, 27 Juli 2013

Pengemis Nekat




Fenomena ....

TRIBUNNEWS.COM - Aksi pengemis dan para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta saat dirazia petugas, tergolong mengkhawatirkan. Sebab bukan hanya nekat melukai diri sendiri, mereka juga berpotensi melukai orang lain.

"Sekarang banyak PMKS yang benar-benar nekat. Bukan hanya modus yang semakin berani, tetapi juga ketika tertangkap oleh petugas, mereka coba menyakiti diri sendiri saat mencoba melarikan diri," kata Abdurahman Anwar, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan saat dihubungi Warta Kota (Tribunnews.com Network), Jumat (19/07/2013) siang.

Refleksi:
Saat ini saya kira semua orang merasakan kesesakkan.  Masalah yang dihadapi begitu kompleks mulai dari sisi ekonomi, kehidupan berkeluarga dan sosial kemasyarakatan. Semua menumpuk sehingga tidak tahu harus dari mana persoalan persoalan ini diselesaikan.


Satu persoalan tentang kemiskinan diatas menunjukkan betapa sulitnya aparatur pemerintah mengatur para pengemis. Bukankah begitu merepotkan, ketika ditangkap petugas kemudian menyayat tangannya dengan besi. Entah berkarat atau tidak, tapi pastinya ini adalah hal yang mengerikan.

Sebuah pertanyaan reflektif,  kok mereka (pengemis) semakin nekat? Jawabannya sederhana. Mereka pasti sangat menderita dan mungkin apa yang dilakukan adalah sekedar mempertahankan hidup. Berjuang demi sesuap nasi. Ketika seorang berjuang hanya untuk sesuap nasi  karena perut lapar, logika tidak berjalan. Yang ada hanya insting menyelamatkan diri. Jika tidak bisa lari adalah melawan, jika tidak berdaya lebih baik mati.

Jika seseorang tidak takut mati karena penderitaan ini adalah tanda dimana keadaan semakin memanas dan berbahaya bagi kehidupan sosial. Pasti terjadi penyimpangan dan ini disebabkan oleh turunnya moralitas masyarakat.

Sebagian masyarakat semakin egois dan mementingkan dirinya, sementara sebagian lainnya merasa bahwa diperlakukan tidak adil. Setiap orang dengan pikirannya dan cenderung menyalahkan keadaan. “kamu sih bodoh, makanya belajar dong. Kamu sih egois mau menang sendiri.” Banyak lagi kata kata yang ada dipikiran setip orang dan diulang ulang setiap berhadapan dengan persoalan dan penderitaannya.

Jalan keluar
Satu satunya jalan keluar saat ini adalah setiap orang mulai tidak menyalahkan orang lain. Setiap orang punya kontribusi dengan apa yang terjadi. Mulailah dengan berani bersikap dan dengarkan hati, walau mungkin berbeda dengan orang lain. Beranilah berkata benar dan melakukan benar walau sulit dan mendapat tantangan sekitar. Belum tentu orang kebanyakan itu benar.

Oleh karena itu tindakan memikirkan kepentingan orang lain dahulu daripada diri sendiri dan  mensyukuri apa yang dimiliki saat ini sehingga kita tidak mudah mengeluh adalah cara sederhana menghadapi gelombang hidup yang semakin ramai.

Salam hangat … candratua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar