Jumat, 22 Juni 2018

Cerita Moral : Jon si Pemarah : KaMo Homeschooling Community , WA : 0852 68506155



Jon - Si Pemarah

“Ciat … buk!!” Tiba-tiba Jon memukul punggung Sahat. Seketika Sahat tersungkur jatuh. Sahat meringis kesakitan dan tak lama kemudian dia menangis. Jon terkenal sebagai anak yang nakal dan sulit sekali dikendalikan. Tak seorang pun berani melawan. Tubuhnya besar dan tampak sekali kuat. Ia seringkali memukul teman-temannya entah dengan maksud bercanda atau ketika suasana hatinya memang  sedang kesal. Guru-guru pun kewalahan menghadapinya.

Suatu hari Cancan - teman sekelasnya - berselisih dengan Jon. Seperti biasa Jon menggunakan tangannya untuk menyelesaikan masalah.  “Apa?? Kamu kecil-kecil berani melawan perintahku. Kerjakan perintahku atau bogemku akan melayang ke kepalamu!!” Hardiknya keras. “ Jon!” teriak Cancan lantang sampai seisi kelas langsung memandang mereka.  Cancan nampak tegang sebab tangan Jon sudah ada di lehernya. Cancan berkata,” Jon, mari kita selesaikan baik-baik. Janganlah cepat marah!” Belum sempat Cancan selesai bicara, tangan Jon melayang ke kepala Cancan. Beruntung Cancan segera mengelak dan menjatuhkan diri. Seketika terjadi keriuhan di dalam kelas.  Cancan rebut melawan  Jon.
Beberapa anak yang kesal kepada Jon mendukung Cancan.  “Ayo, Can. Habisi dia!” Jon seperti orang kalap memukul bertubi-tubi. Tetapi Cancan berhasil mengelak, menangkis dan bahkan beberapa kali memukul dengan telak sehingga Jon terjatuh. Beruntung Ibu Nita segera masuk dan melerai mereka. Beberapa anak pun dipanggil sebagai saksi. Jon diskors selama seminggu dan Cancan  mendapat skors tiiga hari.
“Can, kok kamu berani sih melawan si Jon yang gede begitu?” Sahat sepertinya kagum dan ingin seperti Cancan. “Aku latihan karate, aku diajarkan untuk membela diri kalau aku diserang” Jawab cancan.  “Wah kalau gitu kita bisa bales dendam perlakuan si Jon selama ini dong?” Timpal Sahat kagum.  “Hat, karate bukan untuk jago-jagoan, tetapi untuk membela diri. Bukan untuk balas dendam! Malah aku sebenarnya kasihan sama Jon, dia begitu pemarah. Kn karena orangtuanya sering berantem. Aku sering ngobrol dengan dia, bahkan dia pernah cerita padaku sampai menangis. Jadi aku mengerti mengapa Jon pemarah. Dia butuh saat dan suasana untuk melepaskan kegelisahannya. Orang yang melihat semua bermasalah kemungkinan besar ia sedang bermasalah, Hat!” Papar Cancan mencoba menyelami.  “Oh, begitu yah. Jadi selama ini aku salah sangka. Kalau begitu apa yang perlu kita lakukan?” Tanya Sahat. “Jadilah temannya, jangan dianggap ia adalah orang yang harus ditakuti, dihindari atau dimusuhi. Dan menurutku dia lebih butuh didengarkan.
Seminggu kemudian Jon sudah hadir di kelas. Dia masih nampak marah pada Cancan. Tapi Cancan segera mendatanginya.  “Maafkan aku ya Jon, kemaren aku nggak sabar. Maukah engkau memaafkanku?” Jon tiba-tiba langsung memeluk Cancan dan menangis, “Maafkan aku juga Can. Papa mama  berpisah dan sekarang aku tinggal sama nenekku.” 
Semenjak itu Cancan bersahabat dengan Jon dan Sahat, bahkan mereka berlatih karate bersama. Kabarnya di sebuah kejuaraan tingkat SMU, Jon berhasil menang dan menjadi  karateka terbaik.

Cermin Kebijaksanaan
Jon adalah anak yang tidak baik. Perilakunya kasar dan seringkali mengganggu teman-temannya. Perilakunya yang buruk membuatnya dijauhi dan tidak disenangi. Malah ia suka bertengkar dan main tangan. Anak yang baik tentunya tidak melakukan hal ini. Seharusnya bersikap menghargai dan memiliki tenggang rasa kepada temannya.
Cancan adalah anak yang baik. Ia menghargai teman dan kepedulian. Ia mencoba mengerti kenapa Jon bersikap kasar dan memang Jon memiliki masalah sehingga sering membuat onar.
Sebagai sesama teman ada baiknya saling bertenggang rasa, berusaha memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Tenggang rasa akan membantu terciptanya saling pengertian. Bisakah kita menjadi anak yang lebih baik dari sekarang?

Tantangan : Apa yang akan kamu lakukan apabila  mengetahui bahwa teman kita adalah anak yang kurang baik?

 Cerita Moral : Jon si Pemarah : KaMo Homeschooling Community , WA : 0852 68506155

Tidak ada komentar:

Posting Komentar